ADA suatu masa ketika orang-orang Romawi kuno begitu
muak dengan kelimpahan yang ada di Benua Afrika. Kemudian seorang
pelancong menemukan sesuatu yang baru nan indah di kawasan ini. Dan
ternyata memang, Afrika selalu menyajikan sesuatu yang baru bagi
wisatawan.
Tak ayal, air di danau ini merupakan yang terasin di dunia setelah kolam
Don Juan. Danau Assal juga merupakan cadangan garam terbesar di dunia
yang dieksploitasi di bawah empat konsesi yang diberikan pada 2002.
Danau ini juga dianggap sebagai harta nasional dan merupakan zona
terlindungi di bawah hukum. Meski demikian, hukum tak menuliskan
batas-batas dari danau ini yang dilindungi.
Danau ini berada di tengah-tengah Djibouti. Danau dibatasi oleh
bukit-bukit di wilayah barat. Danau ini ditandai dengan dua bagian,
bagian kering danau dihasilkan dari hasil penguapan air danau. Sementara
dataran kering di sisi barat merupakan tempat tidur putih yang
merupakan hamparan besar garam. Bagian sisi kedua inilah yang merupakan
bagian terasin.
Kini, pemerintah di kawasan Djibouti tengah berupaya untuk melindungi
kawasan ini dari eksploitasi besar-besaran. Mereka telah mengajukan
proposal kepada UNESCO untuk menjadikan tempat ini sebagai salah satu
situs warisan dunia yang dilindungi. Hal itu dianggap ampuh untuk
melindungi kawasan ini dari tangan-tangan jahil yang justru akan merusak
keaslian danau. Meski demikian, tempat ini masih dikunjungi pelancong
asing diluar dari negara Afrika.
Danau Indah bak Lautan Garam
By RiverCane 10.25 feature , gallery , lingkungan , sekilasinfo
































0 thoughts on “Danau Indah bak Lautan Garam”